Jumat, 23 April 2010

Many Friends EveryWhere

Pagi ini Acha terbangun dari tidurnya. Hari-hari SMA nya kali ini mungkin indah, karena ini yang pertama kalinya Acha menginjak sekolah SMA Tembang,sekaligus pertama kalinya menjadi murid kelas X, batinnya. Segera ia memakai seragam putih abu-abunya,tas yang tidak berisi apa-apa, dan sepatu Nike pemberian Ibunya sewaktu lulus SMP.
Baru pertama kalinya Acha menaiki mobil ayahnya,karena sewaktu SMP,Acha selalu berjalan kaki dengan Beno, teman kecilnya yang satu sekolah SMP pada waktu itu. Akan tetapi, Beno tidak satu SMA dengan Acha . 'Gak seru tanpa Beno!' katanya dalam hati.
Dan sewaktu Acha menginjak sekolah barunya itu, dia merasakan 'sesuatu yang beda' dengan sekolah sebelumnya. Anak-anak SMA centil banget ya, gumam Acha ketika melihat salah satu anak SMA tersebut, yang sedang merayu seorang cowok.
Setelah bersusah payah mencari kelas barunya, Acha akhirnya duduk di kursi paling depan, setelah cewek yang bernama Chella, mencegah dan memaksanya agar duduk di kursi depan. Padahal, Acha sangat tidak betah jika duduk paling depan. 'Coba ya, kalo ada Beno' ucapnya dalam hati.
Satu hal yang ia kagumi di SMA Tembang adalah: Mayoritas anak-anak SMA Tembang sangat bercukupan sekali! Hampir semua anak di kelas itu sudah memakai HP BlackBerry, dan tidak sedikit yang memakai iPhone. Padahal, HP Acha tidak terlalu bagus. Sekilas ia melihat kelas barunya itu, tidak ada seorang pun yang dikenalnya! Gawat! Ujar Acha.


Untung dia sudah mempunya satu teman--teman sebangku, Davy. Sekilas orangnya bule, dan COWOK! Acha memang terkenal tomboy dan tidak banyak teman cewek pada waktu SMP.
"Woi!" Ujar Davy. "Bengong mulu lo!"
"Sewot banget lo" Acha melotot "Emangnya kenapa kalo gue bengong?"
"Entar kerasukan setan. Eeeh, jangan-jangan, lo udah kemasukan kali ya?"
"DAVID!!!!" Teriak Acha.
"Lo tomboy ya?" tanya Davy "Lo kayak cowok. Enggak kayak cewek-cewek lain, pastinya mereka bakalan grogi kalo duduk deket gue"
"Yes,why? Dari dulu gue udah dilahirin jadi tomboy" jawab Acha santai "Emangnya kenapa , Dav?"
Davy tersenyum "Lo beda"
"Beda apanya?"
"Enggak kayak cewek-cewek lain yang cuma merhatiin penampilan. Makanya lo beda. Hei, lo tau enggak? Gue enggak punya hape bagus kayak mereka-mereka!"
"Eh,masa?" tanya Acha "Dari tampang lo, jelas kalo elo punya. Elo enggak bisa bohong"
"Bohong gimana? Justru,lo jangan liat tampang gue doang. Eh, rumah lo dimana, sih?"
"Lo mau nyamperin gue? Jalan melati no.25."
Davy terdiam sesaat, lalu menggangguk "gue tau"
"He-eh. Anyway,emangnya lo udah punya pacar ?"
"Belon,gue enggak mau punya pacar kayak mereka-mereka itu" sambil melihat Chella and the gank
"Haha. Lo bilang kalo gue beda, gue bilang kalo elo itu ANEH!!"
Davy cengengesan

Sepulang sekolah, Acha jalan kaki . Menurutnya, jarak antara rumahnya dan sekolah itu sangat dekat. Tiba-tiba, cewek-cewek di kelasnya bergerombol. Chella,Emy,Fheta.
"Eh, lo Ifanna Chaliandra di kelas gue, kan?" Tanya Emy
"Iya,emangnya kenapa?" jawab Acha
"Lo tadi duduk sebangku sama siapa?"
"Davy. Kalian kenal?"
"Iya" Seru Chella. "Gue minta lo comblangin gue sama Da..siapa tadi? Davy! Iya,Davy! Gue minta lo supaya comblangin gue"
"Hmm.....Tapi Davy....."
"UDAHLAH! Atau lo mau Blackberry? Setahu gue, elo enggak punya BlackBerry. Iya kan? Ngaku!"
"Davy malahan enggak punya hape" kata Acha "Dan..sindiran apalagi yang akan lo bilang ? Gue enggak peduli. Gue udah bangga sama diri gue dan gue merasa hape gede itu emang enggak pas bagi gue"
"Dia gengsi,Chel...." sindir Fheta
"Siapa bilang" Jawab Acha balik "Udah ah, gue mau pulang dulu"
Dengan geram Chella and the gank menatap Acha


Keesokan harinya...

"Gue bangga sama lo, Cha..." Kata Davy
"Bangga kenapa? Bangga karena gue jago main PB ?"
"Enggak! Cemen banget lo, masih cupu!"
"Eh,jadi lo bangga sama gue, karena apa?" Tanya Acha
"Gini, Cha.... Gue akuin, lo emang pemberani."
"Mana ada tomboy enggak berani?"
"Maksud gue....." Davy menghela nafas "Gue tau kejadian pas lo mau pulang sekolah"
"HAH? LO LIAT??"
"Secara enggak sengaja" Jawab Davy "Serius, gue bangga sama lo"
"Thanks" seru Acha refleks.
"Mau pulang bareng?" tanya Davy "Gue tau lo jalan kaki dari sekolah. Rumah lo enggak jauh dari rumah gue"
"Lo tau rumah gue?"
"Lo tau tetangga baru yang baru pindah satu bulan yang lalu?"
"ITU ELO?"
"He-eh"
"Oke deh, c-mon!!"

Satu pelajaran yang dipelajari Acha adalah : Davy adalah teman barunya, sekaligus pengganti Beno !

Tidak ada komentar:

Posting Komentar