Selasa, 25 Mei 2010
Sabtu, 24 April 2010
5 Hari, Diary Tentang 'Alay'
Senin,5 April 2010
"Hari ini aneh,deh!Masa baru-baru ini ada istilah 'Alay' (yang artinya aku enggak tahu) kata temanku, alay itu adalah sebutan bagi orang yang suka musik pop melayu (Wali,Kangen band,dan *aku lupa*) apa salahnya,coba? Dan yang paling parah, di sekolahku, SMP Purna Widya, membentuk gank yang beranggotakan 'Alay' (menurutku) dan 'Bukan Alay' . Jadi bingung deh, kok bisa-bisanya ada grup kayak gitu? Kita kan,harus saling berteman tanpa pilih-pilih. Untung Mega dan Ditha sependapat denganku tentang masalah ini,heheee"
Selasa,6 April 2010
"Aduh,bingung banget,nih! Masa yang tulisannya gede-kecil (MaKsuDnYa GiNi) juga dibilang alay!! Hehe,aku sih enggak pernah nulis-nulis kayak begitu. Lagian,emangnya tangannya enggak pegel,coba? Harus mencet-mencet caps lock melulu ! (Bukannya aku menghina,lho) Dan gara-gara itu, Ditha divonis 'Alay' oleh Kirana and the gank (kelompok 'bukan alay') . Aku sedih deh, gara-gara Kirana, Ditha jadi diejek-ejek 'Alay lo!' atau 'Eh ada bopung alay, sampah masyarakat' . Padahal, kita enggak boleh saling membedakan!!
Rabu,7 April 2010
"Ini lebih parah daripada sebelum-sebelumnya! Mega dan teman-teman se-kompleknya pergi ke Ramayana dan foto-foto. Begonya, Mega menambahkan foto-foto tersebut di Facebook, dan Kirana sempat melihat foto tersebut. Dan Kirana bilang 'Dih,ke Ramayana aja serasa ke Grand Indonesia!!" Mega sempat menangis dan memelukku. Lalu Kirana meghampiri Mega (dan aku) dan dia bertanya "Sha,lo masih mau temenan sama Ditha&Mega, padahal dia kan alay! Awas loh Sha,entar kamu juga kena alaynya!!" lalu aku menjawab "Biarin aku temenan sama mereka. Toh,aku enggak akan alay,kok" setelah itu, aku dan Mega berlari.Jauh."
Kamis,8 April 2010
"Aku ditarik oleh Kirana cs tentang masalah kemarin.Kirana menggangapku alay,dan aku langsung menolak dan Kirana menamparku dan Memukulku! Kirana enggak tahu kalo tulangku seperti bayi jadinya aku pingsan. Untung Kirana bergegas mengantarku ke UKS dan menceritakan semuanya di BK. Akupun pasrah. Untungnya aku disuruh pulang lebih awal, jadinya aku tidak berhadapan dengan Kirana cs lagi.
Jumat, 9 April 2010
"Hari ini aku gembira sekali! Kirana meminta maaf kepadaku dan aku memaafkannya. Tetapi aku kesal karena Kirana tidak meminta maaf kepada Mega dan Ditha. Hari ini ada pelajaran BK, jadinya Bu Rohana memberikan materi apa coba? Materi tentang 'Alay'! Bu Rohana bilang kalau kita enggak boleh memilih-milih teman hanya karena masalah 'alay' atau tidaknya orang tersebut. Yang penting, kita harus saling berteman satu sama lain. Akhirnya Kirana insaf dan meminta maaf pada anak-anak lain yang pada waktu itu Kirana menyebutnya 'Anak Alay' . Aku sangat setuju pada Bu Rohana dan menunjukku untuk mendeskripsikan apa artinya 'Alay' . Aku kurang mengerti tapi aku bilang kalau Alay itu hanya suatu kelompok yang suka sama lagu-lagu pop melayu dan yang tulisannya gede-kecil. Sekelas tertawa mendengar ucapanku.Untungnya aku tidak dibilang 'Anak idiot' atau 'Anak Ingusan'. Thanks God Its Friday !!"
"Hari ini aneh,deh!Masa baru-baru ini ada istilah 'Alay' (yang artinya aku enggak tahu) kata temanku, alay itu adalah sebutan bagi orang yang suka musik pop melayu (Wali,Kangen band,dan *aku lupa*) apa salahnya,coba? Dan yang paling parah, di sekolahku, SMP Purna Widya, membentuk gank yang beranggotakan 'Alay' (menurutku) dan 'Bukan Alay' . Jadi bingung deh, kok bisa-bisanya ada grup kayak gitu? Kita kan,harus saling berteman tanpa pilih-pilih. Untung Mega dan Ditha sependapat denganku tentang masalah ini,heheee"
Selasa,6 April 2010
"Aduh,bingung banget,nih! Masa yang tulisannya gede-kecil (MaKsuDnYa GiNi) juga dibilang alay!! Hehe,aku sih enggak pernah nulis-nulis kayak begitu. Lagian,emangnya tangannya enggak pegel,coba? Harus mencet-mencet caps lock melulu ! (Bukannya aku menghina,lho) Dan gara-gara itu, Ditha divonis 'Alay' oleh Kirana and the gank (kelompok 'bukan alay') . Aku sedih deh, gara-gara Kirana, Ditha jadi diejek-ejek 'Alay lo!' atau 'Eh ada bopung alay, sampah masyarakat' . Padahal, kita enggak boleh saling membedakan!!
Rabu,7 April 2010
"Ini lebih parah daripada sebelum-sebelumnya! Mega dan teman-teman se-kompleknya pergi ke Ramayana dan foto-foto. Begonya, Mega menambahkan foto-foto tersebut di Facebook, dan Kirana sempat melihat foto tersebut. Dan Kirana bilang 'Dih,ke Ramayana aja serasa ke Grand Indonesia!!" Mega sempat menangis dan memelukku. Lalu Kirana meghampiri Mega (dan aku) dan dia bertanya "Sha,lo masih mau temenan sama Ditha&Mega, padahal dia kan alay! Awas loh Sha,entar kamu juga kena alaynya!!" lalu aku menjawab "Biarin aku temenan sama mereka. Toh,aku enggak akan alay,kok" setelah itu, aku dan Mega berlari.Jauh."
Kamis,8 April 2010
"Aku ditarik oleh Kirana cs tentang masalah kemarin.Kirana menggangapku alay,dan aku langsung menolak dan Kirana menamparku dan Memukulku! Kirana enggak tahu kalo tulangku seperti bayi jadinya aku pingsan. Untung Kirana bergegas mengantarku ke UKS dan menceritakan semuanya di BK. Akupun pasrah. Untungnya aku disuruh pulang lebih awal, jadinya aku tidak berhadapan dengan Kirana cs lagi.
Jumat, 9 April 2010
"Hari ini aku gembira sekali! Kirana meminta maaf kepadaku dan aku memaafkannya. Tetapi aku kesal karena Kirana tidak meminta maaf kepada Mega dan Ditha. Hari ini ada pelajaran BK, jadinya Bu Rohana memberikan materi apa coba? Materi tentang 'Alay'! Bu Rohana bilang kalau kita enggak boleh memilih-milih teman hanya karena masalah 'alay' atau tidaknya orang tersebut. Yang penting, kita harus saling berteman satu sama lain. Akhirnya Kirana insaf dan meminta maaf pada anak-anak lain yang pada waktu itu Kirana menyebutnya 'Anak Alay' . Aku sangat setuju pada Bu Rohana dan menunjukku untuk mendeskripsikan apa artinya 'Alay' . Aku kurang mengerti tapi aku bilang kalau Alay itu hanya suatu kelompok yang suka sama lagu-lagu pop melayu dan yang tulisannya gede-kecil. Sekelas tertawa mendengar ucapanku.Untungnya aku tidak dibilang 'Anak idiot' atau 'Anak Ingusan'. Thanks God Its Friday !!"
Friendship Never Ends #2
"Ify,gue mau bicara" panggil Haris ketika sudah sampai sekolah.
Sambil malu-malu,Ify bergegas menuju tempat duduk Haris untung belum ada Ghea, gumamnya.
"Gue enggak bisa bohongin lo, juga bohongin gue sendiri, Fy"
"Enggak apa-apa kok kalo enggak mau"
"Ya...Gimana ya? Hmm...gini,gue sebenernya enggak mau nolak lo, tetapi ada seorang cewek yang gue suka,Fy..."
Ify masih tersenyum
"Lo enggak berhak tau siapa orangnya. Nah, sebagai gantinya pacar, gimana kalo jadi sahabat?"
"Tapi,Ghea..."
"Enggak apa-apa,dia pasti ngerti.."
"Bener nih?"
"Iya...."
Belum saja mengakhiri pembicaraan, tiba-tiba Ghea pun datang. Ify pun kemabali ke tempat duduknya
"HAAR!!LO NGGAK NUNGGUIN GUE !!" bentak Ghea
"E..ehh....Sorry,Ghe..."
"Alesan apa lagi?"
"Ify nembak gue" jawab Haris
"Terus,lo terima, enggak?"
"Enggak. Gue minta dia jadi sahabat gue. Lo keberatan,enggak?"
"Enggak"
"Sayang banget Har,sebenernya banyak cewek yang suka sama lo" ujar Ghea
"Abisnya mau gimana lagi? Gue belom mau punya pacar,meskipun ada seorang cewek yang gue suka"
"Cie,Har, siapa lagi ?"
"Ada,deh...."
Masalah itupun selesai. Haris,yang tidak berniat untuk berpacaran,tetapi sangat menyukai Ghea, akhirnya menjadikan Ify menjadi sahabatnya.Padahal,sebenarnya ia ingin mengatakan perasaannya pada Ghea.
Finish
Sambil malu-malu,Ify bergegas menuju tempat duduk Haris untung belum ada Ghea, gumamnya.
"Gue enggak bisa bohongin lo, juga bohongin gue sendiri, Fy"
"Enggak apa-apa kok kalo enggak mau"
"Ya...Gimana ya? Hmm...gini,gue sebenernya enggak mau nolak lo, tetapi ada seorang cewek yang gue suka,Fy..."
Ify masih tersenyum
"Lo enggak berhak tau siapa orangnya. Nah, sebagai gantinya pacar, gimana kalo jadi sahabat?"
"Tapi,Ghea..."
"Enggak apa-apa,dia pasti ngerti.."
"Bener nih?"
"Iya...."
Belum saja mengakhiri pembicaraan, tiba-tiba Ghea pun datang. Ify pun kemabali ke tempat duduknya
"HAAR!!LO NGGAK NUNGGUIN GUE !!" bentak Ghea
"E..ehh....Sorry,Ghe..."
"Alesan apa lagi?"
"Ify nembak gue" jawab Haris
"Terus,lo terima, enggak?"
"Enggak. Gue minta dia jadi sahabat gue. Lo keberatan,enggak?"
"Enggak"
"Sayang banget Har,sebenernya banyak cewek yang suka sama lo" ujar Ghea
"Abisnya mau gimana lagi? Gue belom mau punya pacar,meskipun ada seorang cewek yang gue suka"
"Cie,Har, siapa lagi ?"
"Ada,deh...."
Masalah itupun selesai. Haris,yang tidak berniat untuk berpacaran,tetapi sangat menyukai Ghea, akhirnya menjadikan Ify menjadi sahabatnya.Padahal,sebenarnya ia ingin mengatakan perasaannya pada Ghea.
Finish
Jumat, 23 April 2010
Frendship Never Ends #1
Ghea dan Haris baru saja bermain dari taman didepan rumah. Mereka baru saja bermain ayunan. Tempat yang biasanya menjadi tempat curhat bagi keduanya. Ghea dan Haris juga satu TK. Mereka akan selalu bersama. Pasti.
Sepuluh tahun kemudian....
"Haaar,lo ninggalin gue! Udah tau gue siap-siap sekolah jam enam lewat sepuluh" Ujar Ghea, dengan geram
"Abisanya lo sih, mandi seabad" canda Haris
"Ya kan lo bisa nunggu gue dulu, Har..."
"Tapi lo kalo mandi lama banget,Ghe..."
"Ya oke deh kalo sekarang. Tapi kalo besok lo ninggalin gue lagi, awas lo ya"
"Iya deh. Eh, udah bel masuk ya? Masuk,yuk!"
Ghea dan Haris satu SMA lagi, dan untungnya mereka juga sekelas. Secara otomatis, Ghea duduk sebangku dengan Haris.
Ketika Haris datang,seorang cewek yang sangat dikenalnya, Ify, mendekatinya lagi. Ify memang terkenal menyukai Haris, cowok terganteng di kelasnya. Cewek-cewek di kelaspun pun menyukain Haris. Akan tetapi mereka melowongkan 'Haris' untuk Ify, seorang cewek pemalu dan cantik.
"Hh....hai, Haris" kata ify, dengan terbata-bata
"Hai juga, Ify" senyum Haris pun muncul, membuat cewek-cewek lain pun 'meleleh' , terkecuali Ghea
"H...Har" Ify pun gagap "Laporan data kelas udah kamu kerjain, kan?"
"Iya. Entar aku kasih ke Bu Nuri" Jawab Haris
"Ok, terima kasih,ya" senyum Haris pun muncul lagi. Ify pun membalas senyumnya sekaligus mengakhiri pembicaraan mereka.
"Har,lo suka sama Ify?" Tanya Ghea
"Emm...enggak juga" Jawab Haris
"Menurut lo Ify cantik?"
"Lumayan lah"
"Jujur, Har..." Ghea menghela nafas "Lo beneran suka sama Ify?"
"Agak sih"
"Katanya 'enggak juga'"
"Katanya suruh jujur"
"iya sih. Hehe, cepet pulang, yuk! Ibu gue bikin puding cokelat, lo mau?"
Haris berpikir, dan menjawab "Emm, enggak usah deh. Gue kan Les"
"Iya ya" pikir Ghea "Dasar tukang les"
"Okeh deh, Cmon!!!"
"Wooy, tungguin gue, Har!!"
Haris pun pulang ke rumahnya. Tiba-tiba, Ify sudah menunggu didepan rumahnya.
"Har....." kata Ify
"Iya? Ada apa, ya?"
"Emmm" muka Ify tiba-tiba memerah "Aku harap kamu mau terima ini..."
Sebuah cokelat dan surat cinta Ify.
"Eh, kamu kesini cuma ngasih cokelat ini doang?"
"Enggak boleh, ya?"
"Eh, boleh kok" jawab Haris. Lo kesini cuma ngasih bingkisan ini doang? Kurang kerjaan banget! Ujar Haris dalam hati
"Thanks ya. Aku pulang dulu"
"Itu cewek aneh banget, ya. Masa cuma ngasih bingkisan ke rumahku segala?" Curhat Haris pada ibunya.
"Mungkin ada maksud tertentu" Jawab ibunya "Lebih baik kamu buka isinya dulu"
Seketika ia membukanya, ternyata ada sebuah cokelat dan sebuah surat.
"Surat apaan ini?" Tanya Haris
"Kamu buka aja dulu, Har. Mungkin surat cinta"
Haris pun membacanya
Dear Haris
Har,maaf ya aku udah kurang kerjaan ke rumah kamu cuma buat ngasih cokelat. Dan tentunya surat ini.
Surat ini kubuat karena aku malu kalau aku langsung ngomong sama kamu. Karena...
Aku suka kamu.
Aku enggak maksa kamu mau terima aku atau enggak, tapi aku cuma mengutarakan perasaanku.
Semoga kamu enggak marah.
Ify
"Tuh kan,surat cinta!" seru ibunya
Tuh kan bener, ternyata gosip kalo Ify suka sama gue bener dong! gumam Haris
"Gimana, Har? Kamu terima? Atau kamu tolak?" tanya Ibunya
"Terserahlah" jawab Haris
Haris bingung. Benar-benar sangat bingung. Ify menyukainya. Sedangkan, ia menyukai Ghea.
dan Haris bingung, apakah ia mau menerima Ify? Atau justru menolaknya dan 'menembak' Ghea ? Itu akan sangat menyakiti Ify
Dia berpikir keras, dan akhirnya tahu jawabannya.
Sepuluh tahun kemudian....
"Haaar,lo ninggalin gue! Udah tau gue siap-siap sekolah jam enam lewat sepuluh" Ujar Ghea, dengan geram
"Abisanya lo sih, mandi seabad" canda Haris
"Ya kan lo bisa nunggu gue dulu, Har..."
"Tapi lo kalo mandi lama banget,Ghe..."
"Ya oke deh kalo sekarang. Tapi kalo besok lo ninggalin gue lagi, awas lo ya"
"Iya deh. Eh, udah bel masuk ya? Masuk,yuk!"
Ghea dan Haris satu SMA lagi, dan untungnya mereka juga sekelas. Secara otomatis, Ghea duduk sebangku dengan Haris.
Ketika Haris datang,seorang cewek yang sangat dikenalnya, Ify, mendekatinya lagi. Ify memang terkenal menyukai Haris, cowok terganteng di kelasnya. Cewek-cewek di kelaspun pun menyukain Haris. Akan tetapi mereka melowongkan 'Haris' untuk Ify, seorang cewek pemalu dan cantik.
"Hh....hai, Haris" kata ify, dengan terbata-bata
"Hai juga, Ify" senyum Haris pun muncul, membuat cewek-cewek lain pun 'meleleh' , terkecuali Ghea
"H...Har" Ify pun gagap "Laporan data kelas udah kamu kerjain, kan?"
"Iya. Entar aku kasih ke Bu Nuri" Jawab Haris
"Ok, terima kasih,ya" senyum Haris pun muncul lagi. Ify pun membalas senyumnya sekaligus mengakhiri pembicaraan mereka.
"Har,lo suka sama Ify?" Tanya Ghea
"Emm...enggak juga" Jawab Haris
"Menurut lo Ify cantik?"
"Lumayan lah"
"Jujur, Har..." Ghea menghela nafas "Lo beneran suka sama Ify?"
"Agak sih"
"Katanya 'enggak juga'"
"Katanya suruh jujur"
"iya sih. Hehe, cepet pulang, yuk! Ibu gue bikin puding cokelat, lo mau?"
Haris berpikir, dan menjawab "Emm, enggak usah deh. Gue kan Les"
"Iya ya" pikir Ghea "Dasar tukang les"
"Okeh deh, Cmon!!!"
"Wooy, tungguin gue, Har!!"
Haris pun pulang ke rumahnya. Tiba-tiba, Ify sudah menunggu didepan rumahnya.
"Har....." kata Ify
"Iya? Ada apa, ya?"
"Emmm" muka Ify tiba-tiba memerah "Aku harap kamu mau terima ini..."
Sebuah cokelat dan surat cinta Ify.
"Eh, kamu kesini cuma ngasih cokelat ini doang?"
"Enggak boleh, ya?"
"Eh, boleh kok" jawab Haris. Lo kesini cuma ngasih bingkisan ini doang? Kurang kerjaan banget! Ujar Haris dalam hati
"Thanks ya. Aku pulang dulu"
"Itu cewek aneh banget, ya. Masa cuma ngasih bingkisan ke rumahku segala?" Curhat Haris pada ibunya.
"Mungkin ada maksud tertentu" Jawab ibunya "Lebih baik kamu buka isinya dulu"
Seketika ia membukanya, ternyata ada sebuah cokelat dan sebuah surat.
"Surat apaan ini?" Tanya Haris
"Kamu buka aja dulu, Har. Mungkin surat cinta"
Haris pun membacanya
Dear Haris
Har,maaf ya aku udah kurang kerjaan ke rumah kamu cuma buat ngasih cokelat. Dan tentunya surat ini.
Surat ini kubuat karena aku malu kalau aku langsung ngomong sama kamu. Karena...
Aku suka kamu.
Aku enggak maksa kamu mau terima aku atau enggak, tapi aku cuma mengutarakan perasaanku.
Semoga kamu enggak marah.
Ify
"Tuh kan,surat cinta!" seru ibunya
Tuh kan bener, ternyata gosip kalo Ify suka sama gue bener dong! gumam Haris
"Gimana, Har? Kamu terima? Atau kamu tolak?" tanya Ibunya
"Terserahlah" jawab Haris
Haris bingung. Benar-benar sangat bingung. Ify menyukainya. Sedangkan, ia menyukai Ghea.
dan Haris bingung, apakah ia mau menerima Ify? Atau justru menolaknya dan 'menembak' Ghea ? Itu akan sangat menyakiti Ify
Dia berpikir keras, dan akhirnya tahu jawabannya.
Many Friends EveryWhere
Pagi ini Acha terbangun dari tidurnya. Hari-hari SMA nya kali ini mungkin indah, karena ini yang pertama kalinya Acha menginjak sekolah SMA Tembang,sekaligus pertama kalinya menjadi murid kelas X, batinnya. Segera ia memakai seragam putih abu-abunya,tas yang tidak berisi apa-apa, dan sepatu Nike pemberian Ibunya sewaktu lulus SMP.
Baru pertama kalinya Acha menaiki mobil ayahnya,karena sewaktu SMP,Acha selalu berjalan kaki dengan Beno, teman kecilnya yang satu sekolah SMP pada waktu itu. Akan tetapi, Beno tidak satu SMA dengan Acha . 'Gak seru tanpa Beno!' katanya dalam hati.
Dan sewaktu Acha menginjak sekolah barunya itu, dia merasakan 'sesuatu yang beda' dengan sekolah sebelumnya. Anak-anak SMA centil banget ya, gumam Acha ketika melihat salah satu anak SMA tersebut, yang sedang merayu seorang cowok.
Setelah bersusah payah mencari kelas barunya, Acha akhirnya duduk di kursi paling depan, setelah cewek yang bernama Chella, mencegah dan memaksanya agar duduk di kursi depan. Padahal, Acha sangat tidak betah jika duduk paling depan. 'Coba ya, kalo ada Beno' ucapnya dalam hati.
Satu hal yang ia kagumi di SMA Tembang adalah: Mayoritas anak-anak SMA Tembang sangat bercukupan sekali! Hampir semua anak di kelas itu sudah memakai HP BlackBerry, dan tidak sedikit yang memakai iPhone. Padahal, HP Acha tidak terlalu bagus. Sekilas ia melihat kelas barunya itu, tidak ada seorang pun yang dikenalnya! Gawat! Ujar Acha.
Untung dia sudah mempunya satu teman--teman sebangku, Davy. Sekilas orangnya bule, dan COWOK! Acha memang terkenal tomboy dan tidak banyak teman cewek pada waktu SMP.
"Woi!" Ujar Davy. "Bengong mulu lo!"
"Sewot banget lo" Acha melotot "Emangnya kenapa kalo gue bengong?"
"Entar kerasukan setan. Eeeh, jangan-jangan, lo udah kemasukan kali ya?"
"DAVID!!!!" Teriak Acha.
"Lo tomboy ya?" tanya Davy "Lo kayak cowok. Enggak kayak cewek-cewek lain, pastinya mereka bakalan grogi kalo duduk deket gue"
"Yes,why? Dari dulu gue udah dilahirin jadi tomboy" jawab Acha santai "Emangnya kenapa , Dav?"
Davy tersenyum "Lo beda"
"Beda apanya?"
"Enggak kayak cewek-cewek lain yang cuma merhatiin penampilan. Makanya lo beda. Hei, lo tau enggak? Gue enggak punya hape bagus kayak mereka-mereka!"
"Eh,masa?" tanya Acha "Dari tampang lo, jelas kalo elo punya. Elo enggak bisa bohong"
"Bohong gimana? Justru,lo jangan liat tampang gue doang. Eh, rumah lo dimana, sih?"
"Lo mau nyamperin gue? Jalan melati no.25."
Davy terdiam sesaat, lalu menggangguk "gue tau"
"He-eh. Anyway,emangnya lo udah punya pacar ?"
"Belon,gue enggak mau punya pacar kayak mereka-mereka itu" sambil melihat Chella and the gank
"Haha. Lo bilang kalo gue beda, gue bilang kalo elo itu ANEH!!"
Davy cengengesan
Sepulang sekolah, Acha jalan kaki . Menurutnya, jarak antara rumahnya dan sekolah itu sangat dekat. Tiba-tiba, cewek-cewek di kelasnya bergerombol. Chella,Emy,Fheta.
"Eh, lo Ifanna Chaliandra di kelas gue, kan?" Tanya Emy
"Iya,emangnya kenapa?" jawab Acha
"Lo tadi duduk sebangku sama siapa?"
"Davy. Kalian kenal?"
"Iya" Seru Chella. "Gue minta lo comblangin gue sama Da..siapa tadi? Davy! Iya,Davy! Gue minta lo supaya comblangin gue"
"Hmm.....Tapi Davy....."
"UDAHLAH! Atau lo mau Blackberry? Setahu gue, elo enggak punya BlackBerry. Iya kan? Ngaku!"
"Davy malahan enggak punya hape" kata Acha "Dan..sindiran apalagi yang akan lo bilang ? Gue enggak peduli. Gue udah bangga sama diri gue dan gue merasa hape gede itu emang enggak pas bagi gue"
"Dia gengsi,Chel...." sindir Fheta
"Siapa bilang" Jawab Acha balik "Udah ah, gue mau pulang dulu"
Dengan geram Chella and the gank menatap Acha
Keesokan harinya...
"Gue bangga sama lo, Cha..." Kata Davy
"Bangga kenapa? Bangga karena gue jago main PB ?"
"Enggak! Cemen banget lo, masih cupu!"
"Eh,jadi lo bangga sama gue, karena apa?" Tanya Acha
"Gini, Cha.... Gue akuin, lo emang pemberani."
"Mana ada tomboy enggak berani?"
"Maksud gue....." Davy menghela nafas "Gue tau kejadian pas lo mau pulang sekolah"
"HAH? LO LIAT??"
"Secara enggak sengaja" Jawab Davy "Serius, gue bangga sama lo"
"Thanks" seru Acha refleks.
"Mau pulang bareng?" tanya Davy "Gue tau lo jalan kaki dari sekolah. Rumah lo enggak jauh dari rumah gue"
"Lo tau rumah gue?"
"Lo tau tetangga baru yang baru pindah satu bulan yang lalu?"
"ITU ELO?"
"He-eh"
"Oke deh, c-mon!!"
Satu pelajaran yang dipelajari Acha adalah : Davy adalah teman barunya, sekaligus pengganti Beno !
Baru pertama kalinya Acha menaiki mobil ayahnya,karena sewaktu SMP,Acha selalu berjalan kaki dengan Beno, teman kecilnya yang satu sekolah SMP pada waktu itu. Akan tetapi, Beno tidak satu SMA dengan Acha . 'Gak seru tanpa Beno!' katanya dalam hati.
Dan sewaktu Acha menginjak sekolah barunya itu, dia merasakan 'sesuatu yang beda' dengan sekolah sebelumnya. Anak-anak SMA centil banget ya, gumam Acha ketika melihat salah satu anak SMA tersebut, yang sedang merayu seorang cowok.
Setelah bersusah payah mencari kelas barunya, Acha akhirnya duduk di kursi paling depan, setelah cewek yang bernama Chella, mencegah dan memaksanya agar duduk di kursi depan. Padahal, Acha sangat tidak betah jika duduk paling depan. 'Coba ya, kalo ada Beno' ucapnya dalam hati.
Satu hal yang ia kagumi di SMA Tembang adalah: Mayoritas anak-anak SMA Tembang sangat bercukupan sekali! Hampir semua anak di kelas itu sudah memakai HP BlackBerry, dan tidak sedikit yang memakai iPhone. Padahal, HP Acha tidak terlalu bagus. Sekilas ia melihat kelas barunya itu, tidak ada seorang pun yang dikenalnya! Gawat! Ujar Acha.
Untung dia sudah mempunya satu teman--teman sebangku, Davy. Sekilas orangnya bule, dan COWOK! Acha memang terkenal tomboy dan tidak banyak teman cewek pada waktu SMP.
"Woi!" Ujar Davy. "Bengong mulu lo!"
"Sewot banget lo" Acha melotot "Emangnya kenapa kalo gue bengong?"
"Entar kerasukan setan. Eeeh, jangan-jangan, lo udah kemasukan kali ya?"
"DAVID!!!!" Teriak Acha.
"Lo tomboy ya?" tanya Davy "Lo kayak cowok. Enggak kayak cewek-cewek lain, pastinya mereka bakalan grogi kalo duduk deket gue"
"Yes,why? Dari dulu gue udah dilahirin jadi tomboy" jawab Acha santai "Emangnya kenapa , Dav?"
Davy tersenyum "Lo beda"
"Beda apanya?"
"Enggak kayak cewek-cewek lain yang cuma merhatiin penampilan. Makanya lo beda. Hei, lo tau enggak? Gue enggak punya hape bagus kayak mereka-mereka!"
"Eh,masa?" tanya Acha "Dari tampang lo, jelas kalo elo punya. Elo enggak bisa bohong"
"Bohong gimana? Justru,lo jangan liat tampang gue doang. Eh, rumah lo dimana, sih?"
"Lo mau nyamperin gue? Jalan melati no.25."
Davy terdiam sesaat, lalu menggangguk "gue tau"
"He-eh. Anyway,emangnya lo udah punya pacar ?"
"Belon,gue enggak mau punya pacar kayak mereka-mereka itu" sambil melihat Chella and the gank
"Haha. Lo bilang kalo gue beda, gue bilang kalo elo itu ANEH!!"
Davy cengengesan
Sepulang sekolah, Acha jalan kaki . Menurutnya, jarak antara rumahnya dan sekolah itu sangat dekat. Tiba-tiba, cewek-cewek di kelasnya bergerombol. Chella,Emy,Fheta.
"Eh, lo Ifanna Chaliandra di kelas gue, kan?" Tanya Emy
"Iya,emangnya kenapa?" jawab Acha
"Lo tadi duduk sebangku sama siapa?"
"Davy. Kalian kenal?"
"Iya" Seru Chella. "Gue minta lo comblangin gue sama Da..siapa tadi? Davy! Iya,Davy! Gue minta lo supaya comblangin gue"
"Hmm.....Tapi Davy....."
"UDAHLAH! Atau lo mau Blackberry? Setahu gue, elo enggak punya BlackBerry. Iya kan? Ngaku!"
"Davy malahan enggak punya hape" kata Acha "Dan..sindiran apalagi yang akan lo bilang ? Gue enggak peduli. Gue udah bangga sama diri gue dan gue merasa hape gede itu emang enggak pas bagi gue"
"Dia gengsi,Chel...." sindir Fheta
"Siapa bilang" Jawab Acha balik "Udah ah, gue mau pulang dulu"
Dengan geram Chella and the gank menatap Acha
Keesokan harinya...
"Gue bangga sama lo, Cha..." Kata Davy
"Bangga kenapa? Bangga karena gue jago main PB ?"
"Enggak! Cemen banget lo, masih cupu!"
"Eh,jadi lo bangga sama gue, karena apa?" Tanya Acha
"Gini, Cha.... Gue akuin, lo emang pemberani."
"Mana ada tomboy enggak berani?"
"Maksud gue....." Davy menghela nafas "Gue tau kejadian pas lo mau pulang sekolah"
"HAH? LO LIAT??"
"Secara enggak sengaja" Jawab Davy "Serius, gue bangga sama lo"
"Thanks" seru Acha refleks.
"Mau pulang bareng?" tanya Davy "Gue tau lo jalan kaki dari sekolah. Rumah lo enggak jauh dari rumah gue"
"Lo tau rumah gue?"
"Lo tau tetangga baru yang baru pindah satu bulan yang lalu?"
"ITU ELO?"
"He-eh"
"Oke deh, c-mon!!"
Satu pelajaran yang dipelajari Acha adalah : Davy adalah teman barunya, sekaligus pengganti Beno !
Langganan:
Komentar (Atom)

